– 48 Penyandang Disabilitas di Aceh Timur Akan Peroleh Jadup

Simbol kursi roda
symbol tunanetra
symbol tuna rungu
symbol disabilitsa intelektual

Gufroni Sakaril ketum PPDI

Drs. Gufroni Sakaril, MM

Ketua Umum PPDI

PROFIL SINGKAT

 

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) merupakan organisasi payung dan beranggotakan beragam organisasi disabilitas di Indonesia yang didirikan pada tahun 1987.

Visi lembaga ini adalah mewujudkan partisipasi penuh dan persamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan. PPDI berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan advokasi bagi anggota-anggotanya, sedangkan bagi pemerintah PPDI merupakan mitra dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program berkaitan penyandang disabilitas.

PPDI memiliki jaringan kerja hampir diseluruh provinsi di Indonesia dan merupakan anggota dari Disabled People Internasional. Sejak tahun 2005, PPDI bersama organisasi jaringannya aktif mendorong dan memberikan konsep naskah akademis bagi proses ratifikasi CRPD hingga diterbitkannya UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

MITRA PPDI


Logo Kementerian Sosial



Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR- Sebanyak 48 penyandang disabilitas (cacat) di Kabupaten Aceh Timur akan memperoleh bantuan jatah hidup (jadup) setiap bulannya. Dana bantuan tersebut bersumber dari dana APBK dan APBN Tahun 2017.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Bachtiar, melalui Kasi Penyandang Disabilitas, Jurianto, kepada Klikkabar.com mengatakan, ke 48 penyandang disabilitas tersebut sebelumnya telah dilakukan proses verifikasi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan di seluruh wilayah Aceh Timur.

Dari 48 penyandang disabilitas tersebut, tambahnya, dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) dan kelompok Orang Dengan Kecacatan (ODK).

“Penerima bantuan jadup berjumlah 20 orang dari kelompok ODK dan dari kelompok ODKB sebanyak 28 orang,” kata Jurianto saat ditemui di ruang kerjanya didampingi TKSK Idi Rayeuk, Rahmat Hidayat, Senin, 20 Maret 2017.

Sementara itu, Jurianto menjelaskan bahwa ODKB dikategorikan sebagai penyandang cacat berat yang kesehariannya harus memperoleh bantuan dari pihak keluarga seperti saat mandi, makan dan melalukan berbagai aktifitas lainnya. Sedangkan kelompok ODK, tambahnya, dikategorikan sebagai penyandang cacat ringan yang bisa beraktifitas tanpa harus mendapatkan bantuan dari pihak keluarga atau dari orang lain.

Ia juga menjelaskan, kelompok ODK akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 250 ribu per bulan yang bersumber dari APBK Aceh Timur. Sedangkan kelompok ODKB akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan dari dana APBN Tahun 2017. Sedangkan dana dari APBA hingga saat ini diakuinya belum bisa dipastikan akan terealisasi.

“Dana ini akan dicairkan per triwulan (tiga bulan) sekali, kemungkinan April nanti sudah bisa dicairkan. Bagi kelompok ODK bisa mengambilnya di kantor Dinsos Aceh Timur sedangkan kelompok ODKB bisa langsung mengambilnya di setiap kantor pos domisili masing-masing,” demikian tutup Jurianto.(klikkabar.com/ZAMZAMI ALI)

Leave Comment

PPDI MEMILIKI

0
DPD
0
DPC
0
PPK
0
OPD
Back to top