DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

DPRD Jatim optimis rampungkan tiga Ranperda pada sidang pertama DPRD Jatim optimis rampungkan tiga Ranperda pada sidang pertama
LENSAINDONESIA.COM: DPRD Jatim optimis dapat mengerjakan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif Gubernur Soekarwo pada masa persidangan pertama 2013. Masing-masing tentang perubahan Taman Hutan... DPRD Jatim optimis rampungkan tiga Ranperda pada sidang pertama

LENSAINDONESIA.COM: DPRD Jatim optimis dapat mengerjakan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif Gubernur Soekarwo pada masa persidangan pertama 2013. Masing-masing tentang perubahan Taman Hutan Raya Raden Suryo, Raperda tentang perlindungan dan pelayanan bagi penyandang distabilitas (cacat), serta Raperda tentang pembentukan peraturan daerah.

Namun dari tiga ranperda itu, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim, menilai terdapat beberapa pokok pikiran yang harus diakomodir. Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Jatim, Anna Lutfie, menyampaikan perlu dibahas bersama terkait unsur pasal-pasal didalamnya.

Disebutkan, Fraksi PAN melihat ada beberapa pasal yang mengatur mengenai kewajiban badan usaha, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap pemberian perlindungan dan pelayanan kepada penyandang disabilitas. Namun tidak dijelaskan perbedaan antara badan usaha dan pelaku usaha yang dimaksud dalam Ranperda itu.

“Apakah menunjuk pada subyek yang sama atau subyek yang berbeda kan disini belum dijelaskan per pasalnya dan ini yang perlu dibahas lagi lebih detail agar tidak asal jadi perda nantinya. Imbasnya kepada penyandang cacat,” ujarnya kepada LICOM, Rabu (10/4/2013).

Lebih lanjut disebutkan, pada Ranperda ini persoalan konsistensi dari pemakaian istilah ‘disabilitas’ dalam menggantikan istilah ‘cacat’ agar dipertimbangkan lebih seksama. Menurutnya, penggunaan istilah disabilitas dirasa kurang pas karena tidak mencerminkan kaidah penggunaan bahasa Indonesia dan sangat bernuansa asing.

Ia menyarankan, agar istilah disabilitas diganti dengan kata ‘berkebutuhan khusus’ sebab sebagai bentuk penyikapan positif kepada penderita penyandang cacat. “Sebaiknya digunakan saja istilah berkebutuhan khusus, kan arahnya lebih bijak dan berguna untuk menyikapi secara positif para penyandang cacat,” Lutfie. @Panjichuby_666.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *