DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

International Labour Organization (ILO) Bekerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Memberikan Pelatihan Keuangan untuk Organisasi Penyandang Disabilitas. International Labour Organization (ILO) Bekerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Memberikan Pelatihan Keuangan untuk Organisasi Penyandang Disabilitas.
Untuk dukungan yang lebih efektif dan lebih fokus kepada pemerintah dalam mempromosikan hak-hak penyandang disabilitas, ILO bekerjasama dengan PPDI – melalui joint UN disability... International Labour Organization (ILO) Bekerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Memberikan Pelatihan Keuangan untuk Organisasi Penyandang Disabilitas.

Peserta pelatihan sedang serius mendengarkan paparan Ibu NurulUntuk dukungan yang lebih efektif dan lebih fokus kepada pemerintah dalam mempromosikan hak-hak penyandang disabilitas, ILO bekerjasama dengan PPDI – melalui joint UN disability project (UN partnership to Promote the Rights of Persons  with  Disabilities) di Indonesia akan memberikan serangkaian pelatihan kepada organisasi disabilitas sepanjang tahun 2013. Sebagai  bagian  dari  rangkaian  pelatihan  yang  ditargetkan  untuk  organisasi disabilitas  dan  perwakilannya  yang menangani  keuangan  dan  administrasi,  serta  penganggaran,  ILO mendukung  peningkatan kemampuan dan keterampilan melalui pelatihan TOT tentang Pendidikan Keuangan. Setelah pelatihan, peserta dari berbagai organisasi disabilitas diharapkan akan dapat melatih anggota organisasinya sendiri baik di provinsi maupun di daerah tentang pendidikan keuangan, untuk memperkuat keseluruhan kapasitasnya dalam bidang ini.

Pelatihan ini dimulai tanggal 18 hingga 21 Juni 2013 bertempat di gedung Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS). Peserta yang hadir berjumlah 20 orang, mereka mewakili organisasi masing-masing yaitu: Yayasan Mitra Netra, DPP PPDI, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), Yayasan Sehjira, Young Voices Indonesia, Persatuan Orangtua Anak Penyandang Cacat  Anak (Portupenccanak), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Pelatihan  Pendidikan  Keuangan  difokuskan  pada  keterampilan  yang  kritis  dan  untuk  menjaga  situasi keuangan  yang  berkelanjutan  dari  sebuah  lembaga  atau  organisasi.  Pelatihan  ini  akan  memberi pengetahuan  dan  perangkat  yang  diperlukan  untuk  mengelola  sumber-sumber  keuangan  secara  baik dengan mempertimbangkan masa  yang akan datang. Selain kegiatan di kelas, pelatihan ini juga  berisi tentang  sesi  praktek,  dengan  fokus  pelatih  memberi  praktek  pada  peserta  pelatihan  tentang pemahaman  yang  lebih  baik  dalam  pengelolaan  sumber-sumber  keuangan,  dan  memberi  informasi kepada peserta pelatihan tentang perangkat yang dapat digunakan untuk mengorganisir pengganggaran dan perencanaannya. Pelatihan  ini  dimulai  dengan  menetapkan  tujuan  yang  jelas  dan  dapat  dicapai.  Juga,  pelatihan  ini memberi bantuan dalam memperjelas tujuan keuangan keluarga serta bagaimana merealisasikan tujuan tersebut. Dari  pengelolaan  keuangan  yang  paling  mendasar,  dengan  cara  sederhana  terus  mengawal transaksi  keuangan  keluarga,  kemudian  pada  pembelajaran  tentang  berinvestasi  yang  aman  dan berkelanjutan, resiko meminjam uang, dan sejumlah kemungkinan menabung uang. Selain itu, perhatian diberikan  pula  pada  bagaimana  trainer  mengajari  peserta  pelatihan  untuk  membuat  dan  mengawal anggaran, dan bagaimana membuat perencanaan simpanan yang efektif. Irdanelly Djamal dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia yang seorang tunarungu mengungkapkan rasa senangnya akan pelatihan yang ia dapatkan selama empat hari ini. Ia mengaku menjadi lebih paham mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan akan menerapkannnya di dalam kehidupan rumah tangganya. “awalnya saya tidak tahu apa itu keuangan keluarga, di pelatihan ini dijelaskan bagaimana kita menyisihkan uang kita  untuk di tabung dan bagaimana mengalokasikan uang kita untuk pengeluaran yang rutin”, Pungkasnya. Pelatihan tersebut diberikan oleh Ibu Rosmaniar dan Ibu Nurul yang datang dari Salatiga untuk memberikan ilmunya kepada para peserta. Selama empat hari pelatihan, semua peserta merasa senang dengan apa yang disampaikan. Mereka semua menjawab sangat bermanfaat ketika ditanya tentang pelatihan tersebut.

.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *