– KPU Kulonprogo Pastikan Hak Disabilitas Terpenuhi

Simbol kursi roda
symbol tunanetra
symbol tuna rungu
symbol disabilitsa intelektual

Gufroni Sakaril ketum PPDI

Drs. Gufroni Sakaril, MM

Ketua Umum PPDI

PROFIL SINGKAT

 

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) merupakan organisasi payung dan beranggotakan beragam organisasi disabilitas di Indonesia yang didirikan pada tahun 1987.

Visi lembaga ini adalah mewujudkan partisipasi penuh dan persamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan. PPDI berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan advokasi bagi anggota-anggotanya, sedangkan bagi pemerintah PPDI merupakan mitra dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program berkaitan penyandang disabilitas.

PPDI memiliki jaringan kerja hampir diseluruh provinsi di Indonesia dan merupakan anggota dari Disabled People Internasional. Sejak tahun 2005, PPDI bersama organisasi jaringannya aktif mendorong dan memberikan konsep naskah akademis bagi proses ratifikasi CRPD hingga diterbitkannya UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

MITRA PPDI


Logo Kementerian Sosial



Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Contoh template braile untuk pemilih tunanetra

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo memastikan hak-hak para penyandang disabilitas akan terakomodasi dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup), Februari nanti.

Logistik berupa alat bantu sudah disiapkan di tiap-tiap tempat pemungutan suara (TPS).

Komisioner KPU Kulonprogo, Budi Priyana mengatakan, saat ini seluruh logistik Pemilu sudah 100 persen siap dan akan dikemas sebelum didistribusikan.

Sesuai peraturan KPU, tiap TPS nantinya harus menyertakan alat bantu bagi tunanetra berupa template khusus dalam huruf Braille.

Template itu serupa surat suara asli namun dilengkapi lubang khusus yang bisa diraba penyandang tunanetra untuk mencoblos.

“KPPS nantinya juga akan membantu memasukkan surat suara ke dalam alat bantu. Sehingga, diharapkan tidak salah memasukkkan ke dalam template,” kata Budi, Minggu (22/1/2017).

Untuk mengakomodir kebutuhan penyandang disabiltas lain, pihaknya menekankan pada tiap penyelenggara pemungutan suara agar TPS tetap aksesibel, terutama bagi pemakai kursi roda.

Diinstruksikan agar tidak ada jenjang tangga menuju TPS maupun bilik suara. Jarak antar bilik suara diatur minimal satu meter untuk memberikan ruang lintas bagi pengguna kursi roda.

Tinggi meja coblos di bilik suara disarankan hanya sekitar 75-100 centimeter sedangkan tinggi kotak meja suara direkomendasikan hanya 35 cm.

“Sehingga, pemakai kursi roda setelah nyoblos bisa memasukkan kartu suaranya secara mandiri,” kata dia.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, KPU Kulonprogo, Tri Mulatsih mengatakan, jumlah template yang dibuat akan menyesuaikan jumlah TPS yakni 937 buah.

Selain itu, pihaknya juga mengedarkan bahan sosialisasi berhuruf Braille terkait penyelenggaran Pilbup 2017 ini.

Sedangkan bagi para tuna rungu, pihaknya sudah menyiapkan video sosialisasi yang dilengkapi tampilan translater.

Sehingga, diharapkan para penyandang disabilitas secara jelas memahami tta cara pencoblosan, visi misi para calon, dan tahapan-tahan pelaksanaan Pemilu.

“Akhir Januari ini, kami akan menggelar sosialisasi untuk tuna netra dan tuna rungu,” kata dia. (*)

Leave Comment

PPDI MEMILIKI

0
DPD
0
DPC
0
PPK
0
OPD
Back to top