DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Kunjungan KODDI – Korean Disabled Peoples Development Institute ke PPDI Kunjungan KODDI – Korean Disabled Peoples Development Institute ke PPDI
PPDI Pusat pada tanggal 5 Oktober 2016 mendapat kunjungan  dari KODDI – Korean Disabled Peoples Development Institute.  Kunjungan yang dihadiri 3 orang perwakilan dari... Kunjungan KODDI – Korean Disabled Peoples Development Institute ke PPDI

PPDI Pusat pada tanggal 5 Oktober 2016 mendapat kunjungan  dari KODDI – Korean Disabled Peoples Development Institute.  Kunjungan yang dihadiri 3 orang perwakilan dari KODDI adalah dalam rangka penelitian bagaimana situasi Indonesia dalam implementasi sekolah inklusif khususnya mengenai aksesibilitas untuk tunanetra dan mengenai peraturan aksesibilitas infrastruktur. Perwakilan dari Koddi diterima oleh Sekretaris PPDI – Yustitia Arief dan Program Assistant – Louise Asriningrum.

Dalam diskusi, dibicarakan mengenai bagaimana peran PPDI dalam sosialisasi CRPD, mengawal harmonisasi CRPD menjadi hukum nasional yang berujung pada pengesahan UU no.8 tahun 2016. Landasan hukum tersebut diimplementasi dalam berbagai peraturan turunan. Khusus mengenai Sekolah Inklusif dan Infrastruktur dan bangungan public yang akses, Indonesia masih dalam proses untuk implementasi yang nyata.  Koddi memilih Indonesia untuk penelitiannya karena Indonesia belum memiliki data yang akurat tentang jumlah penyandang disabilitas dan karena PPDI aktif di dalam jejaring  organisasi disabilitas di Asia.  PPDI menekankan pentingnya partisipasi aktif dari organisasi disabilitas dan penyandang disabilitas untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan non diskriminatif di Indonesia di berbagai bidang.

Jalannya pertemuan

 

Di Korea, peraturan mengenai aksesibilitas infrastrukur sudah mendapat support dari pemerintah dalam tindakan nyata. Setiap 5 tahun sekali, pemerintah Korea bekerja sama dengan organisasi disabilitas melakukan quality check bangungan dan pelayanan yang akses. Setiap bangungan dan jasa pelayanan yang memenuhi standar aksesibilitas akan mendapat Sertifikat Barrier Free dari pemerintah Korea.  Tidak hanya bangunan namun juga fasilitas umum. Korea juga sudah memiliki website khusus yang dibuat pemerintah untuk menunjukkan lokasi dan moda transportasi yang akses.

Jalannya pertemuan

Ke depannya, PPDI dan Koddi akan bertukar informasi mengenai project untuk mewujudkan lingkungan yang akses.  Koddi akan membuka jejaring bagi PPDI lewat mitra2 donornya dalam program2 berkaitan dengan sekolah infklusif dan aksesibilitas.  Dalam rangkaian kunjungannya, Koddi juga akan berdialog dengan Kementrian Sosial, Kementrian Pendidikan dan Pertuni.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *