DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Majelis Rektor Instruksikan PTN Revisi Persyaratan SNMPTN Majelis Rektor Instruksikan PTN Revisi Persyaratan SNMPTN
Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) telah menginstruksikan seluruh Rektor PTN melakukan revisi terhadap persyaratan terhadap kalangan difabel yang dinilai diskriminatif. “Kami... Majelis Rektor Instruksikan PTN Revisi Persyaratan SNMPTN

Metrotvnews.com, Jakarta: Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) telah menginstruksikan seluruh Rektor PTN melakukan revisi terhadap persyaratan terhadap kalangan difabel yang dinilai diskriminatif.

“Kami telah meminta seluruh Rektor PTN Penerima Mahasiswa Baru Melalui SNMPTN 2014 untuk segera mencermati kembali persyaratan portofolio tersebut dan menyampaikan revisi yang diperlukan kepada Panitia SNMPTN 2014. Mengingat hal tersebut sangat mendesak maka kami meminta agar seluruh Rektor melimpahkan kewenangan untuk melakukan sinkronisasi atas revisi persyaratan portofolio tersebut kepada Panitia SNMPTN 2014 berdasarkan prinsip-prinsip non-diskriminatif, relevansi dengan program studi dan profesi terkait, serta kesamaan persyaratan portofolio untuk program studi yang sama,” kata Ketua MRPTNI Herry Suhardiyanto,kepada wartawan di lingkungan pendidikan, Sabtu (23/3).

Menurut Herry, MRPTNI telah mengirimkan surat instruksi kepada Rektor PTN secara resmi pada tanggal 17 Maret lalu.

Menurutnya ada empat poin penting surat MRPTNI yakni, Pertama, telah muncul berbagai pandangan yang menyatakan bahwa persyaratan portofolio program studi pada SNMPTN 2014 tersebut bersifat diskriminatif dan mengurangi hak para difabel untuk mengikuti SNMPTN 2014,

Kedua, MRPTNI menyatakan bahwa segala kemungkinan diskriminasi dan pengurangan hak para difabel dalam SNMPTN 2014 harus dihindari,

Ketiga, MRPTNI telah mencermati persyaratan portofolio dalam laman SNMPTN dan menemukan ada persyaratan portofolio yang relevan dengan program studi tertentu tetapi ada pula persyaratan portofolio yang berlebihan untuk program studi lainnya;

Ke empat, MRPTNI telah mencermati persyaratan portofolio tersebut untuk berbagai program studi di berbagai PTN dan menemukan berbagai perbedaan persyaratan padahal untuk program studi yang sama.

“Atas dasar butir-butir tersebut di atas, kami berpendapat bahwa persyaratan portofolio program studi yang tercantum dalam laman SNMPTN 2014 perlu direvisi dalam waktu sesegera mungkin,”pungkas Herry yang juga Rektor IPB itu.

Sementara itu,langkah sejumlah PTN yang merevisi SNMPTN bagi penyandang disabilitas mendapat apresiasi. Namun begitu, kalangan disabilitas menyatakan belum cukup karena masih ada PTN yang belum tuntas merevisi.

Hal tersebut ditegaskan Ariani Soekanwo, Dewan Pembina Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

“Masih ada PTN yang memasang ranjau bagi disabilitas, padahal PTN yang menerima mahasiswa disabilitas dan lulus akan menambh citra positif PTN itu,” kata Ariani.

Ariani berpendapat pada dasarnya penyandang disabilitas memunyai kemampuan intelektual yang tidak kalah dengan Profesor dan Doktor di Universitas sebab banyak tokoh-tokoh penting penyandang disabilitas sebagai pionir peradaban dunia.

Alumni jurusan Antroplogi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengemukakan Indonesia memiliki penyandang disabilitas yang mendapatkan gelar S2 dari Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB). Serta banyak pula yang mendapatkan gelar Doktor dan Profesor yang tuna daksa.

“Jadi ,mereka PTN itu jangan mengukur menurut ukuran mereka saja,biarkan mereka ikut bebas SNMPTN secara alamiah tanpa pembatasan,” cetusnya.

Ariani menyatakan pihaknya bersama LBH Jakarta membuka posko pengaduan bagi disabilitas hingga SNMPTN selesai. “Baru satu laporan pengaduan yang masuk ke kami,” kata Ariani.

Tigor Hutapea dari LBH Jakarta menambahkan  posko pengaduan dibuka  sampai proses hukum berlanjut.

“Kita merencanakan akan mengajukan gugatan dan masih di pelajari,” cetusnya.

Ia mengaku hingga kini pihaknya belum mendapat jawaban tertulis atas somasi yang diajukan kalangan disabilitas kepada Kemendikbud dan Panitia SNMPTN terkait diskriminasi pendaftaran SNMPTN.(Syarief Oebaidillah)

(Awi).

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *