DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Penataan Trotoar Masih Setengah Hati Penataan Trotoar Masih Setengah Hati
MEDAN – Penataan trotoar Jalan Diponegoro oleh Dinas Bina Marga Kota Medan sejauh ini belum memberikan manfaat terhadap para pejalan kaki yang melintas di... Penataan Trotoar Masih Setengah Hati

MEDAN – Penataan trotoar Jalan Diponegoro oleh Dinas Bina Marga Kota Medan sejauh ini belum memberikan manfaat terhadap para pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

Bahkan, trotoar itu dimanfaatkan untuk tempat parkir kendaraan. Pantauan KORAN SINDO MEDAN kemarin, trotoar yang lebarnya lebih dua meter itu dimanfaatkan warga untuk parkir kendaraan roda empat. Selain itu, becak bermotor juga parkir di atas trotoar tersebut. Parahnya lagi, trotoar hanya menyisakan sedikit ruang bagi pejalan kaki di beberapa bagian.

Bahkan, untuk penyandang disabilitas juga sulit melintas karena terlalu sedikit yang dibiarkan. Kabid Parkir Dinas Perhubungan Kota Medan, SP Tambunan, mengungkapkan, untuk Jumat dan Minggu memperbolehkan untuk parkir di atas trotoar. Tidak ada tindakan diberikan, mengingat kedua hari itu banyak masyarakat yang melakukan ibadah.

“Kalau Jumat dan Minggu, harus dimaklumi. Kalau hari lain akan kami tindak. Boleh dilihat di luar hari itu, tidak ada lagi yang parkir di sepanjang trotoar tersebut, termasuk RS Malahayati,” ungkapnya. Dia menambahkan, akan menata becak bermotor yang kerap parkir di dekat Sun Plaza dan juga sepanjang jalan tersebut.

Pangkalan betor akan dipindahkan sehingga tidak mengganggu pejalan kaki di sana. Pihaknya tidak peduli siapa pun yang menghalangi. Sebab, hal tersebut berdasarkan arahan pimpinan untuk ditindaklanjuti. “Betor pun kami tertibkan di kawasan itu. Kami tidak peduli siapa beking-nya. Yang penting kami tata. Tidak ada hanya kawasan Jalan Diponegoro saja, tapi juga kawasan lainnya.

Tidak ada parkir berlapis dan di atas trotoar. Semua harus bersih. Hanya saja penataan perlahan dilakukan,” ucapnya. Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengungkapkan, meminta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait segera menata sesuai fungsinya masing-masing. Selain itu, penataan dilakukan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

“Nanti saya minta kepala SKPD lakukan penataan sesuai ketentuan dan fungsinya masing-masing,” ucap Eldin. Sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan Harahap, menyebutkan, trotoar itu dirancang untuk bisa dimanfaatkan penyandang disabilitas dengan cara mengikuti garis kuning yang dibuat di atas trotoar.

Kenyataannya, hal itu dimanfaatkan bukan untuk pejalan kaki, melainkan yang lain. Belum lagi bangunan rumah kabel masih berdiri di tengah trotoar. Tidak jelas kapan dilakukan pemindahan. Begitu juga pohon berdiri di tengah-tengah trotoar, sehingga mempersempit kawasan pejalan kaki tersebut.

(Reza Shahab / Koran SINDO)

(dhe)

(rhs)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *