DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Penyandang Disabilitas bukan Sakit, tapi Berkebutuhan Khusus Penyandang Disabilitas bukan Sakit, tapi Berkebutuhan Khusus
RMOL. Komnas HAM mengapresiasi komitmen Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang akan memfasilitas peserta SBMPTN dari komunitas disabilitas secara khusus.... Penyandang Disabilitas bukan Sakit, tapi Berkebutuhan Khusus

RMOL. Komnas HAM mengapresiasi komitmen Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang akan memfasilitas peserta SBMPTN dari komunitas disabilitas secara khusus.

Apresiasi tersebut disampaikan Komisioner Komnas HAM,  DR. Maneger Nasution, MA, seperti dikutip dari pesan singkat yang diterima siang ini (Jumat, 15/5).

Komnas HAM memberikan catatan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan SBMPTN 2015 ini, tidak hanya sukses penyelenggaraan tapi juga bermartabat.

Pertama, persyaratan masuk perguruan tinggi (PTN/PTS) tidak boleh diskriminatif. Sebab, selama ini Komnas HAM masih mendapat keluhan dari komunitas penyandang disabilitas bahwa di antara persyaratan masuk PTN/PTS masih mencantumkan persyaratan sehat jasmani dan rohani secara tidak ramah HAM.

“Celakanya, masih ada pihak penyelenggara PTN/PTS yang menyebut penyandang disabilitas sebagai tidak sehat fisik. Paradigma ini harus diubah. Dalam perspektif kemanusiaan universal, mereka itu bukan sakit, tapi mereka adalah kelompok yang berkebutuhan khusus. Paradigma seperti ini belum semua dipahami oleh pemangku kepentingan di negeri ini. Itu kesalahan pertama,” ungkapnya.

Selain itu, masih adanya generalisasi semua disabilitas secara tunggal, dengan memperlakukan kebutuhan semua mereka secara sama, padahal mereka memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Karena kebutuhan mereka berbeda-beda, maka negara pun wajib hukumnya memfasilitasinya sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kedua, soal pembuatan atau pencetakan soal SBMPTN harus ramah disabilitas, sesuai dengan kebutuhan masing-masing disabilitas,” urai Maneger.

Ketiga, soal aksesiblitas sarana prasarana SBMPTM juga harus ramah disablitas.

“Kenapa? Karena kebutuhan mereka berbeda-beda. Misalnya, bagi saudara kita pemakai kursi roda, membutuhkan akses jalan yang ramah menuju lokasi SBMPTN,” tandasnya. [zul]

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *