– Penyandang Disabilitas di Bandung didorong untuk Mendapatkan Pekerjaan

Simbol kursi roda
symbol tunanetra
symbol tuna rungu
symbol disabilitsa intelektual

Gufroni Sakaril ketum PPDI

Drs. Gufroni Sakaril, MM

Ketua Umum PPDI

PROFIL SINGKAT

 

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) merupakan organisasi payung dan beranggotakan beragam organisasi disabilitas di Indonesia yang didirikan pada tahun 1987.

Visi lembaga ini adalah mewujudkan partisipasi penuh dan persamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan. PPDI berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan advokasi bagi anggota-anggotanya, sedangkan bagi pemerintah PPDI merupakan mitra dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program berkaitan penyandang disabilitas.

PPDI memiliki jaringan kerja hampir diseluruh provinsi di Indonesia dan merupakan anggota dari Disabled People Internasional. Sejak tahun 2005, PPDI bersama organisasi jaringannya aktif mendorong dan memberikan konsep naskah akademis bagi proses ratifikasi CRPD hingga diterbitkannya UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

MITRA PPDI


Logo Kementerian Sosial



Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dewanti Rumpoko berbaur dengan anak-anak penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi yang bertempatkan di Balai Desa Songgokerto, Minggu (5/3/2017).

SURYAMALANG.COM, BATU – Dewanti Rumpoko, ingin Kelompok disabilitas dilibatkan sebagai tenaga kerja disetiap dinas Kota Batu. Hal ini ia sampaikan saat ia menghadiri kegiatan kumpul rembug dengan kelompok disabilitas anak cacat Widya Bakti, di Balai Rehabilitasi yang bertempatkan di Balai Desa Songgokerto, Minggu (5/3/2017).

“Mereka yang menyandang disabilitas ini bisa dimanfaatkan untuk tenaga kerja di dinas-dinas. Kan mereka mendapat pelatihan kerja. Dari pelatihan itu mereka bisa mendapatkan penghasilan,” kata Dewanti yang juga Ketua Tim Penggerak PKK kota Batu.
Mereka kelompok disabilitas yang berpotensi untuk bisa dijadikan tenaga kerja, seperti tuna wicara, tuna netra. Hanya saja dalam porsi yang berbeda.

Ada sekitar 63 orang yang menyandang disabilitas. Rata-rata mereka berusia 1 tahun hingga 12 tahun.
Yulius Mesar penganggung jawab Balai Rehabilitasi Anak Cacat Widya Bakti mengatakan kegiatan ini untuk menyatukan penyandang disabilitas.

Di Balai Rehabilitasi Anak Cacat Widya Bakti, mereka dilatih, dibina, diberi ketrampilan agar ada hasil yang bisa dihasilkan oleh penyandang disabilitas.
“Kami lebih mendorong agar anak-anak ini memiliki ketrampilan. Mereka bisa berkarya meskipun mereka memiliki keterbatasan. Kami dorong motovasi itu melalui orang tua mereka,” ucap Yulius.
Ia menyebutkan setidaknya ada 220 orang penyandang disabilitas di Kota Batu. Angka itu didominasi di Kecamatan Bumiaji.(SURYAMALANG.COM/Sane Eka Putri)

Leave Comment

PPDI MEMILIKI

0
DPD
0
DPC
0
PPK
0
OPD
Back to top