DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Penyandang Disabilitas Diberikan Pelayanan Jamkesus Penyandang Disabilitas Diberikan Pelayanan Jamkesus
KULONPROGO, suaramerdeka.com – Para penyandang disabilitas di Kulonprogo mendapatkan pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) disabilitas terpadu di RSUD Wates, Senin (1/8). Kepala Dinas Kesehatan... Penyandang Disabilitas Diberikan Pelayanan Jamkesus

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Para penyandang disabilitas di Kulonprogo mendapatkan pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) disabilitas terpadu di RSUD Wates, Senin (1/8).

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaning Astuti mengatakan, pemberian pelayanan kesehatan Jamkesus tersebut merupakan kegiatan terpadu dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan baik di tingkat Pemda DIY maupun di kabupaten kota. Hal itu merupakan pengimplementasian Perda DIY tahun 2012 dan Peraturan Gubernur tahun 2013tentang pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Agar para penyandang disabilitas dapat dipenuhi hak-haknya baik pendidikan, kesehatan, sosial, maupun pekerjaannya,” katanya.

Jenis layanan yang diberikan dalam Jamkesus tersebut, lanjut Pembayun, ada perbedaan dari layanan jaminan kesehatan lainnya karena merupakan jaminan kesehatan khusus. Kekhususannya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan para penyandang disabilitas di luar untuk kesehatannya.

“Mereka disediakan kursi roda, kruk, dan sebagainya yang sebenarnya memberikan nilai tambah dari jaminan kesehatan. Kalau jaminan kesehatan kan lebih ke arah bagaimana pelayanan medis diberikan,” tuturnya.

Jamkesus tahun ini dilaksanakan di 15 titik se-DIY, dan di Kulonprogo dilaksanakan selama dua hari yakni Senin (1/8) dan Selasa (2/8). Ditargetkan di setiap titik kegiatan bisa memberikan pelayanan Jamkesus pada 100 penyandang disabilitas.

“Ini agar penyandang disabilitas mudah mengakses, atau mendapatkan akses pelayanan yang lebih baik,” imbuhnya.

Kepala Bapel Jamkesos DIY, Elvy Efendi mengatakan, hingga saat ini belum seluruh penyandang disabilitas bisa terdata dan tercakup dalam Jamkesus. Sesuai Perda, penyandang disabilitas khususnya yang merupakan warga tidak mampu memang wajib mendapatkan hak-haknya.

Dicontohkan, dari perkiraan sekitar 6.000 penyandang disabilitas di Kulonprogo, yang diusulkan mendapat Jamkesus baru 4.500. Adapun di DIY diperkirakan dari 46.000 penyandang disabilitas yang tidak mampu, baru 26 ribu yang masuk di data Bapel Jamkesos.

“Karena ini program baru, sambil berjalan Dinas Sosial melaksanakan verifikasi validasi dibantu TKSK kecamatan. Diharapkan dengan pendataan yang baik akan ada data yang baik,” imbuhnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya mendukung dan akan mereplikasi pelayanan Jamkesus yang ditunjang dengan anggaran tersendiri dari Pemda DIY tersebut. Menurutnya, layanan orang khusus memang harus dengan cara khusus.

“Puskesmas, Posyandu, rumah sakit masih untuk orang biasa (belum memenuhi standar pelayanan disabilitas), sehingga untuk orang-orang luar biasa yang tidak bisa pada datang harus ada yang khusus,” katanya.

Bupati Hasto menambahkan, pihaknya belum mendata secara valid jumlah penyandang disabilitas. Meski demikian, berdasarkan pendekatan survei, diperhitungkan di Kulonprogo ada minimal 6.000 penyandang disabilitas perlu mendapat layanan khusus.

(Panuju Triangga/CN39/SM Network)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *