DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Penyandang Disabilitas Kembali Mengusung RUU Disabilitas Penyandang Disabilitas Kembali Mengusung RUU Disabilitas
Kamis (13/06), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia beserta Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca), Yayasan Mitra Netra hadir... Penyandang Disabilitas Kembali Mengusung RUU Disabilitas

Foto bersama dengan Ketua BalegKamis (13/06), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia beserta Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca), Yayasan Mitra Netra hadir bersama Komnas HAM untuk mendesak Badan Legislasi (Baleg) DPR agar memasukkan RUU tentang hak disabilitas dalam Prolegnas 2013 atau Prolegnas 2014.

Ketua Komnas HAM Ibu Sandra Moniaga menegaskan bahwa Undang-undang Nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat masih berparadigma karitatif. Undang-undang tersebut tidak menjamin hak dan kebutuhan serta peningkatan harkat dan martabat penyandang disabilitas secara penuh serta sudah tidak sejalan dengan perkembangan peradaban saat ini. Untuk itu perlu adanya pengganti undang-undang tersebut.

Senada dengan Ketua Komnas HAM, Ketua Umum PPDI Drs. Gufroni Sakaril juga mengatakan bahwa undang-undang No. 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat sudah tidak memadai lagi dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan itu pula hadir mantan Komisioner Komnas HAM dan juga penyandang disabilitas netra Dr. Saharuddin Daming, menurut beliau undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 hanya berbasiskan pada derma (charity base) serta masuk kategori UU sektoral dan parsial, namun apa yang menjadi hak penyandang disabilitas tidak dijamin oleh undang-undang tersebut.

Masalah dari undang-undang no. 4 Tahun 1997 juga adalah berpusatnya semua masalah isu disabilitas di Kementerian Sosial. Padahal penyandang disabilitas merupakan isu yang lintas sector. Dengan undang-undang baru mendatang sangat diharapkan ada perlindungan masif terhadap penyandang disabilitas.

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *