– Penyandang Disabilitas Perlu Aksesibilitas

Simbol kursi roda
symbol tunanetra
symbol tuna rungu
symbol disabilitsa intelektual

Gufroni Sakaril ketum PPDI

Drs. Gufroni Sakaril, MM

Ketua Umum PPDI

PROFIL SINGKAT

 

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) merupakan organisasi payung dan beranggotakan beragam organisasi disabilitas di Indonesia yang didirikan pada tahun 1987.

Visi lembaga ini adalah mewujudkan partisipasi penuh dan persamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan. PPDI berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan advokasi bagi anggota-anggotanya, sedangkan bagi pemerintah PPDI merupakan mitra dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program berkaitan penyandang disabilitas.

PPDI memiliki jaringan kerja hampir diseluruh provinsi di Indonesia dan merupakan anggota dari Disabled People Internasional. Sejak tahun 2005, PPDI bersama organisasi jaringannya aktif mendorong dan memberikan konsep naskah akademis bagi proses ratifikasi CRPD hingga diterbitkannya UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

MITRA PPDI


Logo Kementerian Sosial



Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Beritabali.com, Denpasar. Komunitas Tuli yang tergabung dalam Bali Deaf Community bekerja sama dengan DPC Gerkatin Denpasar dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar menggelar Workshop “Memahami Dasar Hukum dan Hak Tuli Melalui UU Nomor 8 Tahun 2016”, Sabtu (11/3) bertempat di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar.

Kegitan Workshop berlangsung selama dua hari dari tanggal 11-12 Maret melibatkan pembicara Prof. Michael Stein dari Deaf Legal Advocacy Worldwide, Amerika Serikat, dan mahasiswa Disabilitas Tuli dari Jakarta.

Kegiatan tidak saja diikuti Disabilitas Tuli, tampak juga perwakilan yayasan hingga mahasiswa di Kota Denpasar dengan melibatkan dua penerjemah bahasa isyarat.

Sementara Prof. Michael Stein yang juga penyandang Disabilitas Tuli mengatakan pihaknya akan mendampingi advokasi komunitas Tuli di Kota Denpasar dan Bali. Kunjungannya kali ini juga didukung penuh Pemerintah Amerika Serikat, Kementerian Sosial dan Pemerintah Kota Denpasar, yang sebelumnya telah melakukan pertukaran pelajar di Amerika Serikat dari Komunitas Tuli Bali yakni Ade dan Yuliana.

“Tentu ini menjadi kesempatan bertukar pikiran bersama tentang Hak Tuli dari segi aksesibilitas serta belajar bersama tentang bahsa isyarat komunitas Tuli Bali,” ungkapnya.

Selain membahas mengenai sejarah tuli, dijelaskan pula kemudahan-kemudahan yang dapat diberikan ke penyandang disabilitas melalui akses lingkungan dalam memudahkan Disabilitas berinteraksi. Seperti keberadaan areal khusus berjalan bagi Disabilitas yang menggunakan kursi roda, serta akses komunikasi Disabilitas Tuli dengan melibatkan penerjemah bahasa isyarat.

Disamping itu juga komunikasi menggunakan tulisan dan alat petunjuk arah juga menjadi penting bagi Disabilitas Tuli. Seperti contohnya saat melakukan penerbangan di bandara dengan informasi penting keberangkatan yang dapat dilihat melalui tulisan serta juga dapat dilibatkan penerjemah bahasa isyarat. [rls/pur/wrt]

Leave Comment

PPDI MEMILIKI

0
DPD
0
DPC
0
PPK
0
OPD
Back to top