DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Polres Bogor Luncurkan SIM Disabilitas Polres Bogor Luncurkan SIM Disabilitas
Bogor – Mengakomodasi keinginan penyandang disabilitas untuk berkendara di jalan-jalan umum, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bogor meluncurkan Surat Izin Mengemudi (SIM) D, khusus bagi... Polres Bogor Luncurkan SIM Disabilitas

Bogor – Mengakomodasi keinginan penyandang disabilitas untuk berkendara di jalan-jalan umum, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bogor meluncurkan Surat Izin Mengemudi (SIM) D, khusus bagi penyandang disabilitas. Sedikitnya lima tuna daksa di Bogor, Jumat (5/2) memperoleh SIM setelah menjalani ujian tulis dan praktik berkendara di halaman Polres Bogor.

Kanit Regiden Polres Kabupaten Bogor Iptu Yulita mengatakan, langkah ini sebagai bagian dari pemenuhan hak yang sama antara penyandang disabilitas dengan nondisabilitas. “Jadi sekarang dengan adanya SIM, mereka bisa berkendara di jalan, tak ada lagi pembedaan,” katanya.

Bagian Urusan SIM Polres Kabupaten Bogor Iptu Asep Syarifudin menambahkan, tak ada perlakuan khusus bagi penyandang disabilitas nantinya apabila mereka terbukti melanggar lalu lintas. “Tak ada perlakuan khusus bagi mereka, jika melanggar tetap kita beri sanksi. Ini adalah wujud dari kesetaraan,” ujarnya.

Ketua Difabel Action Bogor yang menjadi pionir pengajuan SIM untuk disabilitas, Teguh Prasetianto menyambut baik langkah tersebut. “Saat ini baru lima orang yang mengajukan dan mendapatkan SIM, dalam waktu dekat akan ada lima lagi. Begitu pun dengan Polres Kota Bogor sudah ada lima orang mendapatkan SIM. Kami harap para penyandang disabilitas dapat memanfaatkan kesempatan ini,” kata dia.

Dalam ujian praktik, penyandang disabilitas diharuskan melewati lintasan dengan area yang sama dengan nondisabilitas. “Hanya bedanya, kami menggunakan motor roda tiga yang sudah kami modifikasi sesuai kebutuhan, sehingga jarak rintangan lintasan agak diperlebar, karena bentuk motor yang di atas ukuran rata-rata,” terang Teguh. Untuk biaya, satu SIM Rp 50 ribu ditambah biaya cek kesehatan Rp 25 ribu.

 

Ignatius Herjanjam/FMB

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *