– PPDI Dampingi Wanita Tunarungu Korban Pemerkosaan oleh Linmas di Bekasi

Simbol kursi roda
symbol tunanetra
symbol tuna rungu
symbol disabilitsa intelektual

Gufroni Sakaril ketum PPDI

Drs. Gufroni Sakaril, MM

Ketua Umum PPDI

PROFIL SINGKAT

 

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) merupakan organisasi payung dan beranggotakan beragam organisasi disabilitas di Indonesia yang didirikan pada tahun 1987.

Visi lembaga ini adalah mewujudkan partisipasi penuh dan persamaan kesempatan penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan. PPDI berfungsi sebagai lembaga koordinasi dan advokasi bagi anggota-anggotanya, sedangkan bagi pemerintah PPDI merupakan mitra dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program berkaitan penyandang disabilitas.

PPDI memiliki jaringan kerja hampir diseluruh provinsi di Indonesia dan merupakan anggota dari Disabled People Internasional. Sejak tahun 2005, PPDI bersama organisasi jaringannya aktif mendorong dan memberikan konsep naskah akademis bagi proses ratifikasi CRPD hingga diterbitkannya UU No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

MITRA PPDI


Logo Kementerian Sosial



Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Ilustrasi pemerkosaan
JAKARTA, KOMPAS.com – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) akan mengawal kasus pemerkosaan yang dialami oleh wanita tunarungu, NS (20) oleh oknum pelindung masyarakat (linmas), BL. Aksi pemerkosaan itu terjadi di Komplek Kuburan Jati kawasan Duren Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Rabu (17/3/2021) dini hari. “Korban harus mendapatkan pendampingan (sampai) dalam proses pengadilan,” ujar Ketua PPDI, Gufron Sakaril saat dihubungi, Rabu (31/3/2021). Gufron mengatakan, dalam proses penyelidikan hingga pengadilan pastinya para penegak hukum membutuhkan ahli bahasa isyarat. “Dibutuhkan intrepreter bahasa isyarat untuk memastikan proses pengadilan berjalan dengan baik,” kata Gufron. Gufron mengutuk tindakan BL. Pelaku harus mendapatkan hukuman yang maksimal karena perbuatannya, terlebih dilakukan kepada wanita tunarungu. “Seharusnya wanita tunarungu mendapatkan perlindungan dari aparat. Untuk itu harus diproses hukum dengan hukuman maksimal,” kata Gufron. Sebelumnya, Kuasa Hukum Korban dari LBH GMBI, Herli menjelaskan, perkosaan yang dialami NS terjadi pada Rabu (17/3/2021) dini hari. Saat itu, korban hendak pulang ke rumah usai main dari rumah temannya, Selasa (16/3/2021), pukul 18.00 WIB. Korban bertemu seorang pria tak dikenal yang merayu untuk jalan-jalan di sekitar Terminal Induk Bekasi, Jawa Barat. Kemudian korban diajak jalan pelaku hingga larut malam. Oleh pelaku, korban dibawa ke kontrakan untuk diperkosa. “Korban melawan dan berontak akhirnya korban dipukul bagian pinggang, diremas payudaranya dan dicekik lehernya. Korban ketakutan dan kabur,” ujar Herli, Senin (29/3/2021) seperti dikutip Warta Kota. Korban yang melarikan diri bertemu dengan linmas, BL. Pelaku kemudian membantu korban mengusir pria yang tak dikenal yang mengejarnya. Saat itu, korban diberikan minuman keras oleh BL hingga hampir tak sadarkan diri dan dibawa ke kuburan. “Pelaku oknum linmas malah memberikan minuman kepada korban yang telah dicampur dengan obat. Kemudian korban merasa pusing dan dibawa sama pelaku ke kuburan Jati Duren Jaya,” tutur Herli. Di lokasi itu, korban diperkosa oleh BL setelah sebelumnya juga mendapatkan ancaman.“Dilakukan di situ (kuburan) pemerkosaan. Bahkan dekat makam kakeknya si korban. Kebetulan (kakek) dimakamkan dekat situ” kata Herli. Penulis : Muhammad Isa Bustomi Editor : Sandro Gatra

Leave Comment

PPDI MEMILIKI

0
DPD
0
DPC
0
PPK
0
OPD
Back to top