DPP PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Training Penatalaksanaan Program Bagi Tunagrahita Training Penatalaksanaan Program Bagi Tunagrahita
Sebagai salah satu organisasi sosial yang memberi perhatian pada pemberdayaan, pembinaan dan perawatan penyandang disabilitas,  Bhakti Luhur menerapkan pendekatan rehabilitasi, baik yang bersumberdaya masyarakat... Training Penatalaksanaan Program Bagi Tunagrahita

Sebagai salah satu organisasi sosial yang memberi perhatian pada pemberdayaan, pembinaan dan perawatan penyandang disabilitas,  Bhakti Luhur menerapkan pendekatan rehabilitasi, baik yang bersumberdaya masyarakat maupun berbasis institusi. Kata Rehabilitasi yang berasal dari Bahasa Yunani “Habilis”, memiliki arti mampu. Rehabilitasi berarti upaya untuk memampukan. Dalam hal ini, kata rehabilitasi sepadan dengan kata empowerment atau pemberdayaan.

Penggunaan kata rehabilitasi dan penanganan anak berkebutuhan khusus tidak jarang dinilai oleh sebagian orang sebagai model medis yang kurang memperhatikan unsur sosial dan lingkungan. Akan tetapi rehabilitasi dan penanganan melalui terapi-terapi modern sudah memberikan ruang yang memadai pada bidang sosial, pendidikan, mata pencaharian dan aksesibilitas.

Seperti telah kita ketahui bersama, orang dan anak dengan kecacatan, yang mulai tahun 2011 disebut sebagai penyandang disabilitas, terdiri dari berbagai jenis. Ada yang memiliki ketidakmampuan oleh karena kecacatan tunggal, ada pula seseorang yang memiliki ketidakmampuan karena lebih dari satu jenis kecacatan. Istilah yang lebih luas adalah anak berkebutuhan khusus. Istilah ini lebih sering kita dengar di dunia pendidikan. Di dalamnya termasuk anak-anak dengan hiperaktivitas, kesulitan berkomunikasi, tidak dapat berkonsentrasi, mengalami kesulitan membaca atau menulis dan lain-lain.

Kondisi lain yang sering kita jumpai adalah seorang yang terlahir dengan keadaan Down Sindrom. Seperti kita ketahui, down sindrom adalah  suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Down sindrom juga merupakan contoh yang paling nyata untuk menggambarkan seseorang yang mengalami ketunagrahitaan atau keterlambatan perkembangan mental.

Sebagai pusat pengembangan rehabilitasi, PPRBM Bhakti Luhur  bersama PPDI, Alpha Omega, YPCM, PHDF memberikan pelatihan bagi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan petugas rehabilitasi agar memiliki pemahaman dan pendekatan yang memadai untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan kali ini PPRBM Bhakti Luhur bermaksud akan menyelenggarakan training dengan judul Penanganan Down Sindrom dan Tunagrahita, yang memberikan fokus pada pengantar Down’s Sindrome, komunikasi bagi anak Down’s Sindrome, Assessment, Program, Pelaksanaan Program bidang kognitif, bahasa, motorik, bantu diri, sosial emosional dan okupasi.

TUJUAN TRAINING

Peserta pelatihan mampu mejelaskan mengenai keadaan Down’s Sindrom dan kondisi tunagrahita, dapat melakukan identifikasi Tunagrahita, khususnya Down’s Sindrom, dapat melakukan assessment permulaan dan menyusun penatalaksanaan program pemberdayaan dalam kerja sama dengan pihak-pihak yang terkait dan yang berkompetensi.

Setelah mengikuti training, peserta diharapkan dapat:

  • Dapat menjelaskan Down’s Sindrom.
  • Dapat menjelaskan apa yang menjadi penyebab Down’s Sindrom
  • Dapat mengenali ciri-ciri fisik pada Down’s Sindrom
  • Dapat menjelaskan mengenai IQ dan Usia Mental.
  • Dapat mengisi formulir profile atau protokol Down’s Sindrom dengan benar.
  • Dapat menjelaskan dan mempraktekkan cara berkomunikasi dengan Down’s Sindrom.
  • Dapat mengartikulasikan perilaku Down’s Sindrom dan menunjukkan cara-cara mengatasi perilaku yang diluar kebiasaan orang pada umumnya.
  • Dapat melakukan assessment untuk Down’s Sindrom.
  • Dapat menyusun program pemberdayaan untuk Down’s Sindrom
  • Dapat melaksanakan program pemberdayaan Down’s Sindrome yang telah disusunnya.
  • Dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberdayaan Down’s Sindrom.
  • Dapat menyusun program dalam bidang Pendidikan melalui Membaca 3M

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *