62878-5659-5681 [email protected]
Logo PPDI

PPDI

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia

Pelatihan Literasi Digital: Membangun Digital Citizenship Berbasis Pancasila bagi Penyandang Disabilitas

JAKARTA – Dalam upaya mewujudkan masyarakat digital yang inklusif dan beretika, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui BPSDM bekerja sama dengan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Literasi Digital dengan tema “Digital Citizenship Berbasis Pancasila: Membangun Toleransi, Etika, dan Kolaborasi di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, bertempat di Gedung Dewan Nasional Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Jakarta.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan penyandang disabilitas dari berbagai ragam disabilitas yang berasal dari wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini diorganisir oleh Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan menghadirkan narasumber dari Pandu Literasi Digital Kementerian Komdigi, yaitu Drs. Gufroni Sakaril, MM.

Sambutan Plt. Ketua Umum PPDI

Dalam sambutannya, Plt. Ketua Umum PPDI, Bapak H. Siswadi, MBA, menekankan pentingnya peran penyandang disabilitas sebagai warga digital yang cakap dan beretika. Berikut adalah kutipan sambutan beliau:

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam kegiatan Pelatihan Digital Citizenship Berbasis Pancasila. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kita dituntut untuk menjadi warga digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital demi kemajuan bangsa.”

“Tema 'Membangun Toleransi, Etika, dan Kolaborasi di Era Digital' sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Nilai-nilai luhur Pancasila harus menjadi pedoman dalam berinteraksi di dunia maya, sehingga perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling menghargai dan memperkaya persatuan. Ruang digital harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas dan Lansia.”

“Atas nama Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan semangat belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring kolaborasi yang produktif. Semoga kegiatan ini melahirkan agen-agen perubahan yang mampu menebarkan toleransi, menjaga etika, serta memperkuat kolaborasi demi terwujudnya Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkemajuan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Dukungan dan Apresiasi dari Ketua Umum DNIKS

Ketua Umum DNIKS, Dr. H. A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H., atau yang akrab disapa Gus Choi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Komdigi atas dukungan dan fasilitasi pelatihan yang diberikan kepada anggota DNIKS, khususnya para penyandang disabilitas. Beliau menegaskan bahwa DNIKS senantiasa berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi digital para peserta, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan aktif dalam berpartisipasi di berbagai aspek kehidupan di era digital, selaras dengan semangat inklusivitas yang diusung oleh DNIKS dan Komdigi.


Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Tautan berhasil disalin ke papan klip!